Penculik viktor rizki wibowo

Polda Metro Jaya Curigai Beberapa Nama

Kompas.com - 28/06/2010, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mencurigai beberapa nama yang diduga terlibat menculik seorang pria dewasa, Viktor Rizki Wibowo (27).

"Ada beberapa nama yang dicurigai berdasarkan keterangan keluarga," kata Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (28/6/2010).

Namun, Boy tidak bisa menyebutkan nama pelaku penculikan karena penyidik masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap sindikat penculikan itu.

Boy menuturkan, penyidik mendalami adanya sinyalemen dugaan sindikat pelaku penculikan itu guna pembuktian dan mengungkap kasusnya.

Polisi memperkirakan sindikat pelaku penculikan Viktor lebih dari satu orang berdasarkan data pengungkapan sementara.

Sebelumnya, Victor diculik kawanan penjahat di kawasan Muncul, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, 10 Juni 2010.

Kawanan penculik meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta kepada istri korban, Selvi Magdalena, melalui pesan singkat telepon seluler.

Penyidik telah menemukan mobil yang digunakan korban saat terjadi penculikan di ruas Jalan Tol Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2010).

Kemudian, pihak keluarga sempat mengirimkan uang tebusan sebesar Rp 50 juta kepada pelaku, 18 Juni 2010.

Beberapa hari setelah penculikan, polisi menemukan potongan tubuh yang diduga Viktor di pintu keluar Tol Dawuan, Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/6/2010).

Polisi menemukan sesosok mayat dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya terpotong dan terdapat delapan luka tusukan pada bagian bawah ketiak kiri, kepala, dada kanan, dan punggung.

Namun, pihak keluarga meyakini jenazah itu merupakan Viktor dengan berbagai ciri fisik yang dikenali keluarga.

Boy menyatakan, polisi masih menduga Viktor karena penyidik harus memastikan identitas sosok mayat itu melalui proses otopsi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan, ada indikasi pelaku membunuh Viktor karena merasa tidak puas terhadap keluarga korban yang tidak memenuhi semua keinginan pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau